Hai!!

"Sekiranya anda datang dari lurah yang dalam dan bercita-cita menakluki puncak tinggi, itu bukan mimpi. selagi anda berpegang kepada visi dan memiliki matlamat yang jelas, anda berkomited untuk meneruskan perjalanan, berkemungkinan besar anda tetap akan berjaya.kalau pun tidak dapat mencapai puncak anda sebenarnya mangkin hampir kepadanya. itu lebih baik daripada MENDIAM DIRI "

MEMORY

MEMORY

..............

..............

.............

.............

Running

Running

Google+ Followers


Get this widget!

Nasihat dari Rakan

Sunday, March 17, 2013

"Life has knocked me down a few times, i've seen thing's, i never want to see again.But one thing for sure, i'll always get back up, i will never stay down."
( "Kehidupan telah mengetuk saya turun beberapa kali, saya telah melihat perkara, saya tidak pernah mahu untuk melihat again.But satu perkara yang pasti, saya sentiasa akan mendapat kembali, saya tidak pernah akan kekal ke bawah.".)

Saya suka dengan kata-kata di atas, pagi ni seorang rakan pejabat (orang lama bertaraf ayah) datang ke meja saya. Pada kebiasaannya Cik Fuad (nama panggilan) suka memulakan perbualan kosong dengan saya sebelum melakukan tugasan lain. Tapi pagi ni, tidak. mulut dia seolah-olah kelu berkata-kata dan pandangan dia lebih tertumpu kepada ayat (seperti diatas) yang saya lekatkan di satu sudut dinding.

Selepas membaca dia terus memuji kata-kata tu, Cik Fuad menyambung kata-katanya " jagan mengalah kalau kita melakukan sesuatu yang betul dan jika ingin membetulkan sesuatu pastikan cara yang kita lakukan juga betul. 

Saya tersenyum, terasa seolah-olah mendapat nasihat dari seorang ayah. Terima kasih Cik Fuad, kerana meyakinkan saya sebagai orang baru mengenal dunia bahawa benarlah orang lama "makan garam dulu sebelum orang baru". Kerana sepanjang perkhidmatan, saya dah mengenali pelbagai karenah orang lama. Tapi perwatakan mereka tidak menampakkan ciri-ciri orang lama yang layak memberi tunjuk ajar kepada orang baru seperti saya. 

Sebelum memulakan kerja dia mintak mendengar lagu My Way dinyanyikan oleh Frank Sinatra. Bila diamati lirik lagu ini sungguh inspiratif buat saya karena menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang sangat penuh liku-liku. Meski sering kali dicerca dan diremehkan orang, namun ia tetap teguh memegang prinsipnya dalam menjalani hidupnya, dan pada akhirnya ia mampu menyelesaikan semuanya tanpa ada yang tersisa.

Selepas bukak Youtube untuk mencari lagu My Way saya tertarik dengan satu lagi lagu yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra dan saya posting di blog ini, yaitu lagu ini dan Fly Me to The Moon.

And now the end is near
(dan kini sebuah akhir akan kujelang)
And so I face the final curtain
(maka aku menghadapi penuntasan terakhir)
My friend, I’ll say it clear
(sahabat, aku akan mengatakannya dengan jelas)
I’ll state my case of which I’m certain
(aku akan menyatakan hal yang kuyakini)
I’ve lived a life that’s full
(aku memiliki kehidupan yang penuh)
I’ve travelled each and every highway
(aku telah menjelajahi setiap dan seluruh jalan besar)
and more, much more than this
(dan lagi, lebih dari itu)
I did it my way
(aku melakukannya dengan caraku sendiri)
Regrets I’ve had a few
(aku memiliki secuil penyesalan)
But then again too few to mention
(tapi kemudian memang terlalu sedikit untuk disebutkan)
I did what I had to do
(aku melakukan apa yang harus kulakukan)
And saw it through without exemption
(dan menyelesaikannya tanpa ada yang tersisa)
I planned each chartered course
(aku telah merencanakan setiap detail perjalanan)
Each careful step along the by-way
(berhati-hati melangkah menelusuri jalan-jalan sempit)
And more, much more than this
(dan lagi, lebih dari itu)
I did it my way
(aku melakukannya dengan caraku sendiri)
Yes, there were times
(ya, memang ada saatnya)
I’m sure you knew
(aku yakin kautahu)
When I bit off more than I could chew
(kala aku menggigit lebih dari apa yang dapat kukunyah),
But through it all when there was doubt
(menjalani semuanya saat ada keraguan),
I ate it up and spit it out
(aku menghabiskannya dan meludahkannya),
I faced it all
(aku menghadapi semua itu)
And I stood tall
(dan aku berdiri tegak)
And did it my way
(dan melakukan semuanya dengan caraku sendiri)
I’ve loved, I’ve laughed, and cried
(Aku telah mencintai, tertawa, dan menangis)
I’ve had my fill, my share of losing
(aku telah menikmati sepuasnya kehilangan akan segala-galanya)
And now, as tears subside
(dan kini saat air mata telah surut)
I find it all so amusing
(aku mendapati semuanya sangat menggelikan)
To think I did all that
(untuk berpikir bahwa aku telah melakukan semua itu)
And may I say, not in a shy way
(dan bolehkah aku berkata, tanpa malu-malu)
“Oh no, oh no, not me
(“o tidak, o tidak, bukan aku)
I did it my way”
(aku melakukannya dengan caraku sendiri”)
For what is a man, what has he got?
(sebab apakah arti seorang manusia, apakah yang telah dimilikinya?)
If not himself then he has naught
(jika bukan dirinya sendiri maka tak ada lagi yang dimilikinya)
To say the things he truly feels
(mengungkapkan apa yang benar-benar dirasakannya)
And not the words of one who kneels
(dan bukan sekedar kata-kata permohonan yang diucapkan saat bersujud)
The record shows I took the blows
(rekaman itu menunjukkan aku telah menerima pukulan dan tamparan sekaligus)
And did it my way
(dan menjalaninya dengan caraku sendiri)
Yes, it was my way
(ya, begitulah jalanku)

0 Komen/Ulasan:

Post a Comment

Terima Kasih melayari blog Mutiara Hati Insan
Thank you for visiting the blog Mutiara Human Liver .

10 Artikel Popular